mungkin akan terdengar seperti gerutu. mungkin juga bukan untukmu. ini buat dia,salah satu gadis kuat yang kukenal. jadi tidak masalah kalau mau segera kau tutup
bukan cemburu, mungkin kecewa, mungkin keheranan. untuk gadis yang memiliki kekasih baru-baru ini, bukan aku berbicara di belakangmu, tapi kalau kau sadar, harusnya kau tahu aku sering berkata macam ini padamu.
aku tahu, kau gadis yang kuat, yang menjadi lemah ketika ada kekasihmu. tapi kau jadi terlalu lemah, dalam berbagai hal. terlalu lemah bahkan. kau terlalu menyisihkan waktu buat orang itu, tidak untuk waktu belajarmu, waktu istirahatmu. meski aku tahu orang itu selalu menyuruhmu belajar (entah sungguhan atau tidak), tapi tidak untuk pulang!
ayolah, aku tahu harusnya kau ingin istirahat di tempat tidurmu, atau sekedar membuka panduan praktikum untuk kuis besok hari, bukan menghabiskan malam dengan orang itu! aku tahu bukan hal senonoh atau apalah yang bikin orang sekampung mungkin melabrak jika kau bermalam di tempat dia, tapi ayolah, kau mau bikin orang berprasangka dengan terlalu sering bersama dia saat malam hari??
kau tahu bagaimana panasnya telingaku ketika mereka berkata tentangmu? aku tidak membelamu, karena mereka sedikit benar. tapi bukankah aku sudah pernah bilang padamu, yang lalu kau balas dengan memusuhiku? sejak saat itu sayang, ya, aku kecewa. dengan caramu yang merespon aku begitu, gadis, aku kecewa padamu. di mataku, kau berubah.
lalu aku makin tidak faham, aku makin tidak mengenalmu (dan kurasa memang tidak). dengan orang yang kau ungkit, dengan semuanya, sayangku, tidakkah kau sadar betapa itu menjatuhkan dirimu? sayangku aku sudah bilang hal ini padamu, tidakkah kau ingat? tidakkah kau sadar celetukan pedas dariku untukmu, ah, mungkin aku payah tidak bisa bilang dengan cara yang kau anggap baik. maka ini lah jadinya, ada benci pada kau untukku.
konyol sekali aku, seakan jadi orang yang paling benar dengan berujar macam ini, tapi sayangku, kita ini perempuan! setahuku kita ini harusnya bisa jaga diri kita tanpa harus jadi manut pada para lelaki yang bukan suami. ya ampun ya, silahkan saja kalau kau mau ejek aku tanpa pacar, tidak tahu pacaran, tidak tahu bagaimana saling....apapun itu yang selama ini kau katakan kalau memang "begitulah orang dengan pacar" atau apalah. mungkin aku skeptis untuk tahu hal macam itu, dan aku berjanji untuk tidak mau. apalagi dengan melihatmu yang jadi begini ketika 'berkekasih' kau bilang.
tapi kurasa kekasih sungguhan (aku mulai sok tahu) tidak menuntunmu untuk begitu, tidak untuk menjadikanmu berpikir pendek, tidak untuk membuatmu terlalu lama berjaga di malam hari untuknya, tidak untuk memintamu untuk menemaninya di malam hari. kurasa, sayang, lelaki baik tidak mungkin melakukan hal itu (kupikir harusnya kita sependapat). aku takut kau sedang perlahan terperangkap, yang bahkan kau menikmati keterperangkapanmu. kumohon, jagalah diri dan hormat dirimu.
dari awal mungkin kita memang punya pandangan yang berbeda. aku menyayangkan, tapi kuhormati itu. aku yakin kau pun punya juta kecewa yang sama untukku, yang terlihat tidak mendukungmu, sama seperti yang lain. tapi tolong pikir lagi, dan kuharap kau memutuskan hal baik yang terbaik untukmu. kau tahu yang terbaik untukmu, katamu. maka aku menghormati itu, kuharap.
gadis kuat, jaga dirimu baik-baik. maaf berjuta maaf untuk semua alpa salahku.
maaf ya, tapi aku tidak mengerti lagi bagaimana harus menyampaikan. kau bahkan tidak akan membaca ini.
di sebelahmu,
K. Wiyono
No comments:
Post a Comment