Pohon pinus itu ambruk, tapi tidak ke tanah. Dia disanggah
oleh saudara-saudara satu spesies yang mengelilinginya. Dilihat dari cabang dan
rantingnya yang makin coklat, nampaknya dia sudah lama tidak menjadi produsen,
mati. Padahal terlihat masih kuat.Lihat, kayu itu masih tebal dan nampak belum
rapuh, sama sekali tidak, bahkan terlihat mirip dengan batang pinus yang masih
tegak.
Pinus-pinus itu ditumbuhi lumut dan banyak tumbuhan merambat
lainnya. Jadi tempat main-singgah para bajing, tempat para kowak......bahkan dia, pinus yang mati itu.
Nah, ini. Bukan seberapa kokoh kau berdiri, tapi seberapa
besar manfaatmu untuk bisa jadi manfaat bagi yang lain, ya kan, pinus?
Bahkan kau yang ‘mati’ pun jadi tempat hidup untuk yang
lain.
lama tak menerawang ke luar jendela perpustakaan.Alhamdulillah.terimakasih pinus
No comments:
Post a Comment