tolong beritahu, bagaimana menyadarkan gajah yang mati suri di kasurnya? tapi sesungguhnya mata sang gajah tak tertutup. sesekali ada hingar bingar pun matanya melirik. tapi hanya melirik. nanti lagi asyik terawang matanya entah kemana.
gajah sebesar itu ada di sini, di kasurnya. sebentar-sebentar memainkan belalainya tak mengarah. tapi hanya di tempat, dengan mata yang terawang lagi entah kemana.sayu begitu pun matanya. tiada cerah lihat hari atau apa yang di sekitar.tak acuh.
gajah itu digandrungi jalak, kadang dara, kadang merpati, beberapa kali. tapi lagi-lagi hanya melirik tanpa lakukan apapun, tidak mengusir, tidak juga menerima. diam saja padahal burung-burung itu mengira sang gajah mati, ingin tahu sebenarnya keadaan gajah ini, ingin menawarkan bantuan dan mengisahkan cerita dari luar sana. gajah cuma perlihatkan bahwa dia tidak mati, tapi tak yakin masih hidup.
gajah itu kali ini dipecut-pecut. jalak atau apapun yang dekat dia sudah terbang cari selamat, tapi gajah cuma menoleh, tiada menghindar, melirik sekali-kali. memindah belalai atau kakinya yang sedikit tersundut, tapi masih juga belum bersiaga.
sampai lalu datang kuda yang mati-matian habis berperang, luka-luka.tapi tidak sekarat. kali ini gajah sedikit angkat kepalanya, perhatikan sang kuda dan mendengar tentang perjalanannya, perangnya, luka-lukanya, dan tenanganya yang dihabiskan untuk tujuannya. sang kuda lelah bukan main. ingin istirahat dan tidur sejenak dua jenak tapi tetap tak bisa. sang kuda kadang bertanya pada gajah tapi apa yang bisa dijawab oleh gajah yang hanya ada di kasur? tidak tahu. tidak tahu. lalu tidak tahu lagi. kuda lalu jalan lagi dan mampir sesekali buat bercerita.sang gajah masih menegakkan kepalanya. tapi cuma menegakkan. kadang untuk menunggu cerita kuda yang ditunggu. kisah seru kuda.
tapi kali ini gajah yang diserang juga, terkena percik perang yang memang sudah dihindari oleh para burung-burung dan kuda yang berperang di lain lapang. tapi dia masih di kasur! tentu saja sang gajah luka, tapi dia tidak kesakitan. padahal semua peluru yang ditembakkan mengenai badannya. semua! bukankah harusnya si gajah kesakitan? meringis lah paling tidak. kepalanya masih tertegak tapi tatapannya kosong, kebawah menatap.
gajah lupa bagaimana meringis bilang sakit. gajah benci melihat luka dan tidak yakin luka itu tak bakal berbekas. tapi perang masih berlanjut dan akan terus berlanjut. gajah cuma tidak ingin luka dan dia tak yakin mau pindah kemana, padahal dia tahu, di harus berperang karena sebenarnya dia ini prajurit, DIA HARUSNYA MELAWAN BUKAN DIAM
burung-burung itu mungkin sudah lelah meneriaki gajah, sang gajah pun urung untuk mencari mereka. kuda yang datang sesekali pun, gajah malu padanya tak bisa apa juga buat bantu sang kuda. gajah masih menegakkan kepalanya. tapi entah bagaimana dia masih di kasurnya. matanya terawang entah kemana. kepalanya masih tertegak, melihat sekitar, tapi belum juga turun dari kasurnya.
-menunggu langkah maju sang gajah
No comments:
Post a Comment