first of all, Happy mother's day untuk semua ibu yang sudah menjadi ibu *halah* dan untuk wanita nomor satuku, yang periang dan suka aneh, penyayang, dan tentu sangat penyabar *menghadapi tiga anak bermulut aktif yang berbeda karakter dengan segala kemampuannya*, Mama Yayah, selamat hari mamaaa~ love you hugs hugss :*
oke bukan lagi mau bahas hari ibu *ampun mama*
mmm saya dapet quote oleh Pascal Pensees dari preface buku biologi apaa gitu judulnya yang ada di perpus.begini bunyi kutipannya~
Man is but a reed, the feeblest thing in nature; but he is a thinking reed. The entire universe need not arm itself to crush him - a mist, a drop of water is enough to kill him. But if the universe were to crush him, man would still be more noble than that which kill him, because he knows that he dies, he knows the advantage which the universe has over him; the universe knows nothing of this. All our dignity, then, consist in thought. By it we must elevate ourselves, and not by space and time which we cannot fill,let us endavour then to think well; this is the meaning of morality.
hmm sebenernya saya baca berulang kali buat ngerti apa maksud quote nya, lebih dari 5 kali mungkin . pas rada ngeh, saya sadar kalo ini bagus banget kan kata-katanya! *soktau
begini, yang saya tangkep dari kalimat kalimat diatas itu, bahwa sebenernya manusia itu sama aja kaya alang-alang, tumbuhan bawah, tumbuhan tajuk E *baru belajar haha*. tapi kita itu alang-alang yang punya akal. kita juga bisa dianggep sama sama hewan. bedanya kita punya akal,moral.
dan ternyata, kutipan ini cukup sejalan dengan UKM yang sedang saya coba ikuti. UKM ini bergerak di bidang konservasi fauna (yang berarti mencakup habitat asli mereka).mungkin sekilas terlihat seperti perkumpulan pecinta alam, hanya saja yang satu ini lebih terlihat jelas apa maksud tujuannya datang ke alam terbuka. (dari perspektif saya) untuk mencari informasi, mendata fauna yang ada di alam, dan mengetahui bagaimana caranya agar tetap menjaga ekosistem, dan membela hewan-hewan itu dari pemikiran manusia yang antroposentris (pemikiran bahwa manusia adalah pusat segalanya,segalanya dilihat dari sudut pandang manusia).
hama. apa yang disebut dengan hama? pengganggu, perusak.jika dilihat dari sisi manusia, ketika mendengar ada gajah masuk dan merusak perkampungan warga di Lampung, maka manusia mengatakan bahwa gajah itulah si hama.tapi pernahkah berpikir mengapa gajah tersebut masuk ke perkampungan?
sebelum menjadi perkampungan, daerah tersebut milik sang gajah.secara naluri, tentu saja gajah mengeksplorasi wilayahnya untuk mungkin mencari makan, tanpa tahu mengapa saat sampai wilayahnya itu, yang ada bukan lagi pohon-pohon buah dan makanannya, melainkan kayu-kayu yang dibentuk aneh, dengan banyak kelompok makhluk yang berdiri dengan kaki belakang itu.gajah yang bingung ingin lewat perkampungan, tapi para kaki dua itu malah menyerangnya, dalam keadaan bingung, gajah berniat melarikan diri, tapi para kaki dua itu masih saja mengejarnya.apa yang salah pada gajah?
itu hanya salah satu contoh (yang diberikan senior saya saat itu).gajah hanya punya naluri.sedangkan manusia? Manusia yang mendatangi hutan, lalu membukanya untuk menjadi tempat tinggal atau lahan pertanian tanpa benar-benar memerhatikan apa yang terjadi saat hutan itu dibabat.manusia, si alang-alang yang berpikir, seharusnya tahu, dan mau tahu tentang apa-apa yang terjadi di semesta.dampak, yang tak hanya dilihat dari sisi finansial.
dalam Quran, manusia dikatakan sebagai khalifah di muka bumi,tidak disebutkan bahwa sebagai khalifah hanya untuk sesama manusia.maksud saya, kalo dipikir-pikir kita adalah khalifah bagi semesta alam.bukan memerintah hewan atau tumbuhan untuk melakukan ini-itu, bukan.tapi untuk memahami, untuk mencari tahu, menjaga keseimbangan yang mungkin kita tidak akan benar-benar faham relasi dan keterkaitan satu sama lain dari semua yang ada di alam.
itulah nilai-nilai yang ditanam, saya selalu tergugah tiap ada senior yang berbicara tentang etika lingkungan, yang seharusnya dijunjung oleh semua orang di bidang apapun mereka bergerak. Salah satu senior berkata bahwa tujuan mereka bukan untuk mencetak kami menjadi aktivis lingkungan dan relawan semacam itu, tapi bagaimana cara kami, yang berasal dari fakultas dan departemen (jurusan) yang berbeda, dapat menerapkan etika lingkungan di bidang kami masing-masing.
moral terhadap lingkungan.hal yang terkikis dalam diri tiap manusia, kesadaran bahwa kitalah yang tidak dapat hidup tanpa alam, bukan sebaliknya.
hmm ya kurang lebih begitulah yang saya pahami dari apa yang saya dapat selama dua bulan ini mengikuti kegiatan-kegiatan UKM tersebut.ini bukan soal promosi UKM atau apapun itu (disamping saya merasa sejalan demgan paham-paham UKM tsb).ini tentang pemikiran yang memang seharusnya diterapkan oleh tiap orang dalam bidang mereka masing-masing.bahwa sebenarnya kehancuran atau kelestarian adalah pilihan yang ada di tangan si manusia, the thinking reed.
No comments:
Post a Comment