"Dua manusia sekarang saling menjauh. Di hari fitri begini malah justru ada jarak"
"Perasaanmu saja itu. sebenarnya semua berjalan baik-baik saja"
"Tapi benar sih. Lihat itu cara mereka bertegur sapa, cara mereka merespon apa yang lain utarakan, cara satu memikirkan yang lainnya, caranya sudah berbeda."
"Ah ya mereka memang habis kena pukul! Eh bukan, yang Satu itu saja yang kena pukul. Dia yang itu habis kena shock. kena teguran dari milik yang lainnya. Yah tidak begitu dikasarkan, tapi itu seperti tamparan lembut buat orang macam si Satu ini."
"Hoo rupanya yang Satu ini merasa dijahati. Hmm, padahal dia juga bisa saja disalahkan. Kenapa harus berpikir sejauh semau dirinya padahal fakta tidak mau mengikuti asa yang satu itu."
"Ah itu, si Satu ini kosong lalu terpancing. Mungkin manusiawi tapi yaaa sekarang dia yang rasa! Lihat, dia hanya bersikap skeptis begitu. sempat sedih merasa bodoh nampaknya. Biarlah."
"Hey tungguuu, yang Satu itu marah! Dia marah pada dirinyaa! marah dan berusaha meredamnya!"
"Diamlah! Yang Satu itu sedang menulis percakapan antara aku dan kalian."
August 30,2011-di notes di Bruff,
kml
p.s.: setelah kena sapa ramah
No comments:
Post a Comment